Kamis, 02 Agustus 2012

Lahirnya istilah Pancasila

Pendudukan Jepang
Kedatangan Jepang ke Indonesia diawali dengan penguasaan terhadap 3 kota penghasil minyak bumi yaitu Tarakan, Balikpapan, dan Palembang. Mendarat di teluk Banten tanggal 1 Maret 1942 dan hanya membutuhkan waktu satu minggu untuk memaksa Belanda menyerahkan kekuasaannya atas bumi pertiwi pada tanggal 8 Maret 1945 di Kalijati, Subang. Adalah Letjen Terporteen dan Hitoshi Imamura yang menandatangani perjanjian penyerahan kekuasaan tersebut.

Rayuan Jepang
Kondisi sedang berperang melawan sekutu (AS, Rusia, Perancis dan Inggris) membuat Jepang memerlukan bantuan dalam berbagai hal terutama jumlah pasukan tempur. Hal ini menyebabkan Jepang harus menggunakan siasat guna menarik simpati bangsa Indonesia agar mau membantu Jepang dalam perang Asia Timur Raya tersebut (Perang Pasifik / Bagian Perang Dunia II). Siasat tersebut antara lain:
  1. Menyatakan sebagai saudara tua yang akan membebaskan dari Penjajahan bangsa Eropa
  2. Mengeluarkan gerakan 3A; Nippon Cahaya Asia, Nippon Pelindung Asia dan Nippon Pemimpin Asia
  3. Membebaskan 3 Tokoh penting bangsa Indonesia yang ditawan oleh Belanda yaitu Ir. Soekarno, Drs. Moh. Hatta, dan Suttan Syahrir
  4. Menjanjikan kemerdekaan kelak dikemudian hari
  5. Bangsa Indonesia diperkenankan mengibarkan merah putih dan menyanyikan Lagu Indonesia raya setelah bendera Jepang berkibar dan Lagu Kimigayo berkumandang
  6. Membentuk organisasi non militer semi militer dan militer untuk membantu Jepang seperti Putera (Jawa Hokokai), Fujinkai, Seinendan, Keibodan, Heiho, dan PETA
Kecerdikan para Tokoh
Tawaran bujuk rayu Jepang disambut para Tokoh bangsa Indonesia dengan kecerdikannya. Organisasi yang dimaksudkan Jepang untuk memberikan bantuan kepada Jepang dimanfaatkan untuk menyusun kekuatan baik mental maupun fisik bangsa Indonesia. Gerakan bawah tanah untuk menggalang kesadaran akan persatuan dan kesatuan bangsa mendompleng pada organisasi buatan Jepang tersebut. Berlatih perang dan dipersenjatai menjadi modal berharga untuk melakukan serangan balik seperti peristiwa perlawanan PETA yang dipimpin Supriyadi.

Hasil Perjuangan Bukan Pemberian
Salah besar jika ada yang berpendapat bahwa kemerdekaan Indonesia sebagai pemberian dari Kaisar Jepang. Karena dengan jelas Kaisar Jepang menyatakan janjinya memberi kemerdekaan kepada bangsa Indonesia hanya kelak dikemudian hari. Hal ini menunjukkan tiada kepastian dan hanya upaya Jepang semata-mata yang ingin meredam gejolak dalam negeri bangsa Indonesia agar mereka tidak dipusingkan dengan kondisi saat sedang mengalami kemunduran dalam perang menghadapi sekutu. Simak Video berikut!
Sumber Youtube.

Justru bangsa Indonesia berusaha sendiri dalam meraih kemerdekaannya. Jepang hanya memberi harapan palsu yang seakan-akan nyata bagi kemerdekaan Indonesia. Berbagai upaya merayu bangsa Indonesia agar percaya bahwa Jepang akan memberikan kemerdekaan dilakukan. Upaya tersebut diawali dengan pembentukkan suatu organisasi yang bertugas mempersiapkan kemerdekaan Indonesia yang diperintahkan pada tanggal 1 Maret 1945. Perintah ini baru terealisasi pada tanggal 29 April 1945 dengan dibentuknya Dokuritsu Zyunbi Choosakai (BPUPKI/Badan Penyelidik Usaha-Usaha Persiapan Kemerdekaan Indonesia).

BPUPKI
Berdiri   ==> 29 April 1945
Ketua    ==>  dr. Radjiman Wedyiodiningrat
Wakil 1 ==>  Hibangase (Ichibangase)
Wakil 2 ==>  R. Panji Soeroso
Anggota berjumlah lebih kurang 63
  • Sidang 1 BPUPKI
BPUPKI langsung melaksanakan sidang setelah melantik perangkat organisasi. Sidang pertama berlangsung antara tanggal 29 Mei 1945 sampai dengan 1 Juni 1945 dengan agenda perumusan Dasar Negara. Dalam sidang ini muncul 3 tokoh pengusul Dasar Negara.
  1.  Mr. Muh. Yamin (29 Mei 1945)
  •  Peri Kebangsaan
  •  Peri Kemanusiaan
  • Peri Ketuhanan
  • Peri Kerakyatan
  • Kesejahteraan Rakyat
    2.   Dr. Soepomo (31 Mei 1945)
  • Persatuan
  • Kekeluargaan
  • Keseimbangan lahir dan batin
  • Musyawarah Mufakat
  • Keadilan rakyat
   3.  Ir. Soekarno (1 Juni 1945)
  • Kebangsaan Indonesia (nasionalisme)
  • Peri Kemanusiaan (internasionalisme)
  • Mufakat atau Demokrasi
  • Kesejahteraan Sosial
  • Ketuhanan Yang Maha Esa
Ir. Soekarno memberikan istilah Pancasila terhadap 5 dasar yang diusulkannya. Sehingga Tanggal 1 Juni diperingati sebagai hari lahirnya Pancasila.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar